Pelajaran Tentang Riset Pasar, Jurus Ampuh Memenangkan Persaingan Bisnis

credit: brocku.ca

Di postingan lama, blog ini telah melansir studi dari Forbes yang menguak fakta bahwa hanya satu dari 10 rintisan atau start up yang berhasil melewati jurang kegagalan. Sisanya, terpelanting dari kompetisi alias bangkrut.

Studi juga menganalisis bahwa produk atau jasa yang buruk merupakan mayoritas penyebab kegagalan tersebut. Kalau sudah jelek, mana ada orang yang mau beli, mau ngasih modal dan lain-lain, betul ?

Lantas apa yang harus dilakukan supaya gak ikutan gagal ?

 

Sajian blogmanajemen.net kali ini akan coba menjawab pertanyaan ini.

Yuk disimak….

Perhatikan, Beginilah IoT Merevolusi Bisnis Masa Depan

Credit: mckinsey.com
Credit: mckinsey.com

Techcrunch merilis artikel yang cukup heboh mengenai peta bisnis transportasi di tanah air. Garuda yang telah terbang bertahun-tahun kalah bernilai di mata investor dibandingkan dengan Go-Jek.

Apalagi dengan Blue Bird yang sudah mengaspal lebih dulu,  nilainya kalah telak di banding Go-Jek di mata investor.

Mengapa bisa begitu ?

Sajian artikel kali ini akan mengulas fenomena tersebut.

Ketika Startup Mau IPO, Lima Hal Rahasia Ini Perlu Dipikirkan

credit:mensxo.com
credit:mensxp.com

IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdana adalah penjualan pertama saham perusahaan ke investor publik. Saat perusahaan melakukan IPO, mereka akan melepas sebagian kepemilikan perusahaan ke publik. Gak harus semuanya dibagi ke publik emang, malah ada perusahaan yang melepas hanya 5% kepemilikannya ke publik.

IPO kerap dijadikan alat pendanaan startup, tentunya selain merger, akusisi, atau yang lebih tragis lagi adalah menutup layanannya. Studi menyebutkan bahwa hanya 1 dari 10 startup sukses sementara 9 lainnya gagal. Kalau di rinci lagi penyebab kegagalan paling sering terjadi adalah karena produk atau jasa yang ditawarkan gak menarik bagi investor.

Jadi kalau mau IPO, produk atau jasa yang ditawarkan akan berpengaruh terhadap jumlah pendaanaan yang didapat. Biasanya produk atau jasa yang mendasar seperti transportasi, komunikasi, dan fesyen akan memikat investor publik.

Tiga Skills dan Posisi Kunci Saat Membangun Startup

the-hipster-the-hacker-the-hustler_websiteMembangun startup mungkin merupakan impian anak-anak muda saat ini, khususnya mereka yang tergolong ke dalam generasi millenial. Mereka adalah golongan yang lahir saat kecanggihan teknologi berlangsung. Apalagi studi menunjukan bahwa perkembangan startup di Indonesia cukup membanggakan.

Studi menunjukan bahwa jumlah startup lokal di Indonesia berada diurutan pertama di Asia Tenggara.  Tahun 2020, diperkirakan akan ada 13.000 startup membanjiri negeri ini. Kalau di rinci lagi, sekitar 60% startup tersebut berbasis fintech, 20 % SAAS, 10% e-commerce, dan 10% lain-lain. 

Berbagai alasan pun muncul di benak mereka yang ingin buat startup, entah itu ingin jadi problem solver, bosan dengan bekerja kantoran, dan masih banyak lagi. Hal ini disambut baik juga oleh pemerintah dengan meluncurkan gerakan 1000 startup digital.

Business Disruption dan Musnahnya Perusahaan Besar Melawan Lawan Tidak Terlihat – Bagian II.

the-jakartapostcomSajian artikel kali ini merupakan sambungan artikel sebelumnya tentang buku business disruption, bisa baca lagi tulisannya di sini .

Gempuran disruption pada bisnis akan tetap berlangsung sejalan dengan kompetisi bisnis yang sedang dilakoni. Selama gempuran ini berlangsung, munculah korban-korban disruption yang tewas digilas kompetisi brutal. Mereka yang lenyap tersebut digantikan oleh bisnis baru yang sejalan dengan tuntutan pasar. Oleh karena itulah, kompetensi bisnis yang mumpuni adalah benteng pertahanan yang VITAL.

Kalo dirinci satu-satu rasanya ada banyak sekali tips di buku ini keterampilan apa saja yang dibutuhkan. Hanya saja dari sekian banyak tersebut, blogmanajemen.net akan mengulas DUA POIN KOENTJI saja, diantaranya:

Business Disruption dan Musnahnya Perusahaan Besar Melawan Lawan Tidak Terlihat – Bagian I.

the-jakartapostcom

Senang sekali rasanya blogmanajemen.net bisa menyajikan sajian artikel di blog ini untuk pembaca semua setelah libur panjang kemarin. Pada postingan kali ini, kita akan membedah salah satu buku legendaris yang layak dibaca oleh kamu semua.

Buku ini berjudul “DISRUPTION” ditulis oleh guru besar dibidang manajemen bisnis, Prof. Rhenald Kasali. Tebalnya lumayan juga, sekitar 400an halaman dan isinya daging semua alias ilmu yang amat penting untuk menunjang bisnis dan karir kamu ke depan. Awal tahun lalu kita sempat menyinggung sedikit isi buku ini, cek lagi di sini.

Peradaban di abad 20an selalu diisi dengan berbagai inovasi yang acap kali menggetarkan dunia. Entah perbaikan atas inovasi sebelumnya atau mungkin pemusnahan inovasi itu sendiri. Sudah dapat dipastikan bahwa selama proses ini bergulir akan terlahir dua peradaban, peradaban lama dan peradaban baru.

Bicara Karir, Mana Yang Terbaik Startup atau Korporasi ?

corporate-to-startupsourcegreenhousedotio

Tidak hanya di luar negeri, di dalam negeri juga kini perusahaan startup sudah banyak bermunculan. Mulai dari fintech, e-commerce, games dan masih banyak lagi tipe perusahaan startup lainnya.

Oleh karenanya, job seekers sekarang dihadapkan pada dua pilihan yang cukup krusial, kerja di perusahaan startup atau perusahaan besar (korporas) ?

Okkay, sebelum membahas lebih lanjut, istilah perusahaan startup sendiri adalah perusahaan rintisan. Tapi kebanyakan dari mereka adalah dot com company sehingga memang startup identik dengan internet & aplikasi. Jumlah karyawannya pun gak terlalu banyak dan umur perusahaanya pun masih muda.

Adapun perusahaan besar adalah perusahaan yang telah berdiri cukup lama, boleh jadi mereka ini dibilang pemain kawakan dan telah melegenda. Perusahaan mereka umumnya memiliki karyawan ribuan dan beberapa kantor cabang.

Sampai di sini, timbul pertanyaan, bekerja di perusahaan startup atau perusahaan besar ?

Tiga Jurus Rahasia Startup Melibas Perusahaan Kelas Kakap

vulcanpostdotcom

Manuver perusahaan startup acap kali membuat kompetitor mereka, terutama perusahaan kelas kakap kalang kabut. Tak pelak, dibeberapa kesempatan perusahaan startup atau rintisan ini menyalip market para legend dibisnisnya. 

Perlu bukti ?

Layanan transportasi online (GO-JEK, Grab, dan Uber) merenggut market transportasi konvensional..

Layanan Airbnb, menggerus market perhotelan..

Pusat perbelanjaan tradisional entah mall atau pasar tradisional sekalipun harus rela membagi kue bisnisnya dengan layanan eCommerce dan online shop dalam negeri, entah itu Tokopedia, Bukalapak dan lain-lain.

Sebentar lagi, saluran televisi yang ada sekarang mungkin akan ikutan terguncang karena penontonnya beralih ke Youtube, Nerflix, Iflix dan kawan-kawannya…

Beragam Pendanaan Startup dan Sumber Mendapatkannya

unicorn-money

Seperti bisnis lainnya, startup juga membutuhkan pendanaan guna memuluskan roda bisnisnya. Mereka membutuhkannya untuk keperluan promosi, gaji karyawan dan lainnya. Gak seperti perusahaan yang sudah well-established seperti BUMN yang berkantong tebal, pendanaan di startup amatlah krusial.

Alasannya, karena usaha mereka masih dirintis. Memang ada beberapa yang berhasil boostrap (self-funding) sampai mereka bertumbuh besar. Namun ada juga yang perlu gelontoran dana segar dari investor agar tetap membumi.

Mereka yang bisnisnya memikat investor dengan mudah menadapatkan suntikan dana segar sehingga startup besutannya kian melaju kencang. Ada juga yang sebaliknya, tidak menarik investor sehingga kerap terseok-seok dalam menjalankan roda bisnisnya. Sebagian dari mereka bernasib tragis, yakni lenyap dalam kompetisi atau terjatuh ke jurang kebangkrutan.

Lantas apa saja ragam pendanaan pada startup dan bagaimana tips untuk mendapatkannya ?

Membongkar Rahasia Kenapa Hanya Ada 10% Perusahaan Startup Yang Berhasil

credit-startuphall-org

Start-up company atau perusahaan rintisan memang banyak mencuri perhatian jagad bisnis akhir-akhir ini. Apa itu start-up company ? Start-up diartikan sebagai perusahaan rintisan, namun memang mereka lebih condong beroperasi ke bidang teknologi dan IT-based.

Ada juga sebagian dari mereka yang mengubah bisnis yang asalnya konvensional menjadi modern karena sudah mengadopsi IT dalam denyut nadi bisnisnya.

Contoh, transportasi online bisa dipesan lewat smartphone, dulu mesti telepon atau kalau gak cegat di samping jalan. Atau pesan tiket pesawat dan hotel sekarang bisa lewat internet, gak perlu datang lagi ke counter nya kaya dulu.

Dari segi pendapatan, mereka gak cuma ngandelin dana dari investor atau venture capital saja. blogmanajemen.net pernah menuliskan sumber uang mereka dari mana saja, klik di sini untuk baca lagi.